Powered By Blogger

Selasa, 12 November 2013

KARYA ILMIAH

Karya Ilmiah

Pengertian karya ilmiah
Karya ilmiah adalah tulisan atau karangan yang disusun secara sistematis dan logis. Karya ilmiah menyajikan masalah-masalah  yang objektif dan factual. Objektivitas dan kelengkapan data merupakan hal yang sangat penting. Karya ilmiah juga memerlukan kelugasan dalam pembahasaannya, karya ilmiah juga menghindari kata dan kalimat bermakna ganda.
Cirri-ciri karya Ilmiah
-          Mengungkapkan suatu permasalan secara logis, fakta yang terpercaya, serta analisis yang objektif.
-          Pendapat-pendapat yang dikemukakan berdasarkan fakta dan tidak berdasarkan imajinasi, perasaan, ataupun pendapat yang bersifat subjektif.
-          Ragam bahasa yang digunakan bersifat lugas.
1.    Menggunakan kalimat efektif
2.    Menghindari kalimat ambigu ( bermakna ganda )
3.    Menghidari penggunaan kata konotatif
-          Ditulis secara sistematis yaitu ditulis urut dari bab perbab
Sistematika Penyusunan Karya Ilmiah
Laporan karya ilmiah terbagi menjadi lima bab, antara lain :
Bab 1 Pendahuluan
a.    Latar belakang masalah
b.    Perumusan masalah
c.    Tujuan penelitian
Bab 2 Kerangka teori
a.    Pembahasan masalah
b.    Kerangka pikiran
c.    Perumusan hipotesis ( jika ada )
d.    Metode Penelitian
e.    Deskripsi data
f.     Hasil penelitian
Bab 5 Penutup
a.    Kesimpulan
b.    Saran-saran
Daftar pustaka
Contoh karya Ilmiah
Kata Pengantar

PENGGABUNGAN BADAN USAHA
(Business Combinations )
Latar Belakang
Penggabungan badan usaha,  mugkin dalam dunia ekonomi penggabungan badan usaha sudah mulai banyak dilakukan diindonesia. Karena dalam penggabungan badan usaha ini selain menguntungkan kedua belah pihak perusahaan yang melakukan penggabungan, namun juga untuk membantu perusahaan yang sedang mengalami defisit. Karena tidak ada satupun perusahaan yang didirikan  oleh para pemiliknya untuk tidak menghendaki adanya suatu perkembangan kelak dikemudian hari. Namun jika salah satu perusahaan  memang sedang mengalami masalah yang membuat mereka harus bergabung hal ini sangat penting dilakukan untuk perusahaan . Namun selain untuk membantu , dalam penggabungan badan usaha memiliki kendala atau masalah yang timbul jika dalam melakukan penggabungan ini tidak sesuai apa yang direncanakan. Maka perlunya kita mengetahui pengabungan badan usaha itu sendiri serta resiko yang akan terjadi dalam perusahaan.
Rumusan masalah           
Ø  Apa itu Penggabungan Badan Usaha ?
Ø  Bentuk-bentuk dalam Penggabungan Badan Usaha?
Ø  Keuntungan dan kerugian dalam Penggabungan Badan Usaha ?
Ø  Masalah yang timbul dari Penggabugan Badan Usaha ?
Ø  Bagaimana cara menghitung kekayaan bersih masing-masing perusahaan dan skedul pembagian laba setelah pengabungan ?
Tujuan
Ø  Untuk memberikan pengetahuan tentang Penggabungan Badan Usaha
Ø  Untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat, keuntungan dan kerugian dari  Penggabungan Badan Usaha.
Ø  Sebagai sarana pembelajaran bagi Mahasiswa maupun pelajar tentang Penggabungan Badan Usaha dan cara pembagian laba dari Penggabungan ini.


Bab II
Pengertian Penggabungan Badan Usaha
Pengertian Penggabungan badan usaha ( secara umum ) adalah usaha untuk  menggabungkan suatu prusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain kedalam satu kesatuan ekonomis dalam upaya memperluas usahanya.
Dari segi cara terbentuknya penggabungan badan usaha melalui “ external business expension “ sebagai berikut :
1.    Penggabungan badan usaha
Menggabungkan beberapa perusahaan yang telah ada menjadi satu perusahaan yang baru, atau berfungsi beberapa perusahaan kedalam satu perusahaan yang baru.
Dalam hal ini perusahaan yang digabung kehilangan statusnya sebagai suatu kesatuan usaha yang memiliki badan hokum.
2.    Pemilikan sebagian besar saham-saham perusahaan lain
Dengan memiliki sebagian besar perusahaan lain, berarti berhak untuk sepenuhnya mengendalikan operasi dan manajemen perusahaan tersebut.
Apabila suatu perusahaan didirikan dengan tujuan utama untuk memiliki sebagian besar dari saham – saham perusahaan lain disebut : Holding Company.

Bentuk-bentuk Penggabungan Badan Usaha
Dari segi jenis uaha perusahaan yang bergabung
Ø  Penggabungan Horizontal
Penggabungan ini terjadi apabila perusahan – perusahaan yang bergabung menjalakn fungsi produksi dan penjualan barang sejenis.
Ø  Penggabungan Vertikal
Apabila perusahaan yang semulanya merupakan langganan terhadap produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan lain atau sebaliknya perusahaan lain adalah supplies bahan baku baginya dan kemudian mengadakan penggabungan perusahaan.
Ø  Penggabungan Konglongmerat
Penggabungan ini merupakan kombinasi dari penggabungan horizontal dengan vertikal, penggabungan ini terbentuk apabila perusahaan yang bergabung buka perusahaan sejenis.
Keuntunga penggabungan badan usaha
1.    Terjadinya kerjasama antar beberapa perusahaan
2.    Memperkembang perusahaan
3.    Semakin kuatnya perusahaan
Kerugian penggabungan badan usaha
1.    Mudah terjadi ketidak seimbangan dalam laporan keuangan
2.    Mudah terjadi kesalah pahaman
3.    Bagi pihak anak perusahaan induk akan ikut campur dalam operasi perusahaan dan manajemen perusahaan anak atau perusahaan yang didirikan.
Dilihat dari kejadian hukumnya.
Ø  Merger  adalah penggabungan dengan jalan pemilikan langsung oleh suatu perusahaan terhadap harta milik dari satu atau lebih perusahaan yang digabungkan. Dalam merger hanya ada satu perusahaan yang dibiarkan hidup, sementara perusahaan lainnya dibubarkan tanpa likuidasi.
Ø  Konsoliadasi adalah jika dalam proses penggabungan itu dibentuk sebuah perusahaan baru dengan tujuan khusus untuk membeli atau mengambil alih harta milik dan mengakui hutang-hutang dari dua atau lebih perusahaan yang telah ada. Jadi perusahaan tersebut membuat perusahaan  baru.
Ø  Akuisisi Saham
Terjadi ketika sebuah perusahaan dari perusahaan lain dan kedua perusahaan tersebut tetap beroperasi sebagia entitas hukum yang terpisah, tetapi timbul hubungan induk dan anak.
Masalah akuntansi yang timbul dalam Penggabungan Badan Usaha
Ø  Pada penggabungan by purchase, di mana dipakai dasar pencatatan aktiva (accountability) yang baru, maka pencatatan terhadap kekayaan bersih yang diserahkan oleh masing-masing perusahaan terdahulu tidak sama dengan apa yang dilaporkan oleh perusahaan terdahulu (pada umumnya di atas nilai bukunya). 
Ø  Penyatuan kepentingan
Dan metode yang diambil adalah deduktif dari hal yang bersifat umum menjadi hal yang bersifat khusus.

Contoh Kasus
PT. Angin Ribut, PT. Awan Mendung, dan PT. Timbul Terang bermaksud untuk mengadakan pengggabungan badan usaha dengan membentuk sebuah perusahaan baru yang bernama PT. Pelangi. Setelah disepakati, PT. Pelangi akan mengeluarkan 5% saham Prioritas dengan nominal @ Rp 25.000 perlembar dan saham biasa dengan nominal @ Rp 20.000 perlembar. Tingkat kapitalisasi laba yang dibagikan sebesar 5%. Adapun data kekayaan bersih dan laba yang diproyeksikan  adalah sebagai berikut :

Perusahaan
Kontribusi
Kekayaan bersih
Jumlah kekayaan bersih
Laba yang diproyeksikan
Kontribusi relatif  atas laba yang diproyeksikan
Untuk laba dari kekayaan bersih
PT. Angin Ribut
30.000.000
20%
5.400.000
24%
18%
PT. Awan Mendung
52.500.000
35%
6.975.000
31%
13%
PT. Timbul Terang
67.500.000
45%
10.125.000
45%
15%
JUMLAH
150.000.000
100%
22.500.000
100%
15%
 Diminta         :
1.    Berapa jumlah lembar saham dan modal yang dikeluarkan ?
2.    Buat skedule pembagian laba setelah penggabungan ?
keteranga
PT. Angin Ribut
RP
PT. Awan Mendung
RP
PT. Timbul Terang
RP
Total
RP
Laba yang diproyeksikan
5.400.000
6.975.000
10.125.000
22.500.000
Rentabilitas kekayaan bersih rill yang diserahkan :




5% x 30.000.000
1.500.000


1.500.000
5% x 52.500.000

2.625.000

2.625.000
5% x 67.500.000


3.375.000
3.375.000
Rentabilitas utk good will
3.900.000
4.350.000
6.750.000
30.000.000
Modal saham yg dikeluarkan :




8 % saham prioritas, sebesar kekayaan bersih rill
30.000.000
( 120 ) lbr
52.500.000
( 2100) lbr
67.500.000
( 2.700 ) lbr
150.000.000
( 6000 ) lbr
Saham biasa, sebesar good will yang dibentuk :




3.900.000/ 5%
78.000.000


78.000.000

( 6.900 )



4.350.000 / 5%

87.000.000

87.000.000


( 9.600 )


6.750.000 / 5%


135.000.000
135.000.000



( 13.500)

Jumlah Modal Saham
108.000.000
139.500.000
202.500.000
450.000.000

 Laba yang diperoleh ( 5 % x 450.000.000 ) = 22.500.000
Keterangan
PT. Angin Ribut
RP
PT. Awan Mendung
RP
PT. Timbul Terang
RP
Total
RP
Tahap pertama




Untuk saham prioritas :




5% dari nominal
1.500.000
2.625.000
3.375.000
7.500.000
Untuk saham biasa :




5 % dari nominal
3.900.000
4.350.000
6.750.000
15.000.000
Jumlah laba setelah penggabungan
5.400.000
6.975.000
10.125.000
22.500.000
Bagian laba sebelum penggabungan
5.400.000
6.975.000
10.125.000
22.500.000
 Catatan :
Jika kapitalisasi labanya lebih besar  dari saham prioritas menggunakan tahap kedua, namun jika kapitalisasi labanya sama besar dengan saham prioritasnya tidak menggunakan tahap kedua.
Tahap kedua




 Untuk saham prioritas  ( n % ) 1




Untuk saham biasa ( n% ) 2




Jumlah laba setelah penggabungan




Jumlah laba sebelum penggabungan





Rumus untuk saham prioritas =  ( kapitalisasi laba – saham prioritas ) * kekayaan bersih rill
Rumus untuk saham biasa = (  kapitalisasi laba – saham prioritas ) * saham  biasa sebesar good will
 


 ( harus sesuai dengan angka dalam laba yg diproyeksikan  )
n%  1 dari angka setiap perusahaan dalam saham prioritas
n% 2 dari ( 100 % -  n% 1 ) = saham biasa
contoh : 100 – 60 % ) = 40 % maka itu prosentase saham biasa
Kesimpulan dan saran
Dari data- data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam penggabungan badan usaha tidaklah semudah apa yang terlihat karena dalam penggabungan perusahaan ini akan terjadi perubahan dalam perusahaan yang memiliki saham terendah karena baik struktur maupun laporan akuntansi perusahaan mereka akan berubah. Contoh dalam kasus diatas perusahaan akan memhitung setiap laba perusahaan masing-masing poerusahaan yang terlibat dan baru membagi laba yang didapat perusahaan baru atau perusahaan yang bergabung sesuai dengan prosentase saham yang mereka miliki.
Dan metode yang diambil adalah Metode pembelian (by purchase)
Metode ini mencatat kekayaan perusahaan yang diakuisisi pada harga pasar yang wajar (fair market value) pada buku perusahaan. Dengan demikian, maka perusahaan yang melakukan akuisisi dapat menentukan harga perolehan yang baru (new cost basis) untuk aktiva-aktiva yang diakuisisi. Pada metode ini, istilah akuntansi “goodwill” diciptakan. Goodwill merupakan selisih antara harga yang dibayar dengan nilai pasar yang wajar dari aktiva.
Saran Untuk para pengusaha jika ingin melakuka penggabungan badan usaha harus terlebih dahulu tahu resiko maupun keuntungan dari penggabungan ini.


Sumber

Modul Akuntansi Lanjut 1



Senin, 11 November 2013

Penalaran Induktif

Penalaran Induktif

Penalaran induktif dalam hal ini adalah kebalikan dari penalaran deduktif dimana penalaran deduktif dari hal yang bersifat umum ditarik kesimpulan kesifat yang lebih umum , sedangkan Penalaran induktif adalah penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat khusus kesifat yang lebih umum.dan
pengertian penalaran induktif menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 :14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1.     cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berfikir logis.
2.     Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3.    Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.
Contoh dari penalaran induktif
Ayam bertelur, bebek bertelur, burung bertelur semua hewan mamalia pasti bertelur.
Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran dari sejumlah data yang bersifat khusus kedalam
Penalaran yang bersifat umum.
Contoh         :
-          Kardus terbuat dari kertas dan dapat didaurulang kembali
-          Kertas bisa didaurulang menjadi tempat tisu, atau benda hias lainnya.
-          Semua benda yang terbuat dari kertas dapat didaur ulang kembali.

  •            Generalisasi Dengan Loncatan Induktif (Generalisasi sempurna)

Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi atas dasar penyimpulan atas data
yang telah diselidiki.
Contoh : Index saham di pasar modal
  •             Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif (Generalisasi tidak sempurna)

Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki
diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh         :
Cara pemberantasan hama diperlakukan sama untuk semua jenis tanaman padi.
Analogi
Analogi yaitu proses membandingkan dua hal yang memiliki persamaan.
Tujuan Analogi
          - Meramalkan kesamaan
          - Menyingkap kekeliruan
          - Menyusun sebuah klasifikasi
Contoh         :  
Seorang atlet catur harus focus dalam mengambil keputusan, dan seorang manajer juga harus focus dalam mengambil keputusan untuk  perusahaannya, oleh karena itu seorang atlet catur dan manajer harus focus dalam mengambil keputusan disetiap langkah yang diambilnya.
Macam-macam hubungan klausal
Ø  Sebab-Akibat
Sebab akibat adalah penalaran dimana diawali dari beberapa sebab yang terjadi sehingga timbul akibat dari sebab tersebut.
Contoh         :
Banyak sekali masyarakat Jakarta  yang membuang sampah di sungai ( sebab ), membuat dangkal sungai sehingga setiap musim hujan dijakarta sering terkena banjir.

Ø  Akibat-Sebab
Akibat-Sebab adalah dimana penalaran terjadi dari suatu akibat yang ditarik kesimpulan dari sebab yang terjadi.
Contoh         :
Aji mendapatkan beasiswa ke Jerman karena Aji rajin belajar dan membaca.

Ø  Akibat-Akibat
Akibat-Akibat penalaran terjadi dari sebuah akibat yang menimbulkan penalaran akibat lain.
Contoh         :
Ari sakit akibat hujan-hujanan kemarin, sehingga Ari deman sehingga tidak masuk sekolah.


SUMBER
http://bachtiarseptiadi.blogspot.com/2012/12/penalaran-induktif.html
Dra. Swasti Ambar.2006. LKS Kresna.klaten: Sinar Mandiri

Selasa, 01 Oktober 2013

Tugas Resensi

RESENSI BUKU


Resensi adalah suatu pembicaraan atau penilaian terhadap sebuah buku. Objek resensi dapat  berupa buku fiksi  ( cerita, cerpen, novel, komik ) maupun non fiksi  ( ilmu pengetahuan atau buku pelajaran ). Penilaian meliputi kelemahan dan keunggulan buku. Pengungkapan kelemahan buku bukan merupakan focus utama  penilaian karena buku yang diresensi merupakan buku yang layak dibaca. Pengungkapan kelemahan buku hanya  sekedar evaluasi  bagi penerbit dan  pengarang  untuk memperbaiki  buku tersebut  apabila akan dicetak ulang sedangkan focus utama resensi adalah pengungkapan keunggulan buku sebagai  panduan pembaca dalam memilih buku.

 Tujuan Resensi
Adapun penulisan resensi ditujukan dengan maksud sebagai berikut :
  • Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya lainnya secara ringkas. 
  • Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi. 
  • Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan. 
  • Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya. 
  • Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi buku
Jenis-jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 
  • Resensi Informatif, yaitu resensi yang hanya menyampaikan isi dari resensi secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku. 
  • Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada tiap bagian atau babnya. 
  • Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku. 
     Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku karena bisa saja dalam sebuah resensi ketiganya diterapkan secara bersamaan.

Unsur-unsur Resensi

Dalam membuat resensi, terdapat unsure-unsur yang harus dipenuhi agar resensi yang dibuat menjadi jelas dan berkualitas. Berikut ini adalah beberapa unsur yang harus ada dalam pembuatan resensi.

1.    Judul resensi
Judul resensi harus memiliki keselarasan dengan isi resensi yang dibuat. Judul yang menarik juga akan memberi nilai lebih pada sebuah resensi. 

2.   Identitas buku
Identitas buku dapat dilakukan sebagai berikut :
- Judul buku;
- Pengarang;
- Penerbit;                                                               
- Tahun terbit beserta cetakannya;    }~   Identitas buku                              
- Dimensi buku;
- Harga buku; 

3.   Sinopsis buku
 Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya.

4.     keunggulan buku
Resentator ( penulis resensi ) mencoba menunjukkan kelebihan-kelebihan dari buku yang diresensi dan nilai-nilai yang terkandung dalam buku yang diresensi tersebut.

5.     kelemahan buku
Resentator menunjukkan kekurangan dan kelebahan dari buku yang diresensi.

6.    Tujuan resentator
Dimana resentator bertujuan agar para pembaca tahu tentang buku yang diresensi layak untuk dibaca ( menonjolkan sisi lain dari buku tersebut ).

7.    Manfaat buku
Kesimpulan dari buku yang diresensi serta moral yang terkandung dalam buku tersebut untuk para pembaca 

Tahap Penulisan Resensi

Berikut ini akan dijelaskan tahap-tahap dalam penulisan sebuah resensi buku. 

- Tahap Persiapan 
Dalam tahap ini, hal yang perlu dilakukan antara lain: memilih jenis buku yang akan diresensi, buku tersebut adalah buku-buku baru, dan membuat anatomi buku. 

- Tahap Pengerjaan 
Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Sebelum membuat resensi, bacalah terlebih dahulu buku yang akan diresensi hingga tuntas lalu mencatat kutipan dan kata-kata penting di dalamnya. 
      
 Membuat isi resensi, diantaranya:
• Membuat informasi umum tentang buku yang diresensi.
• Menentukan judul resensi.
• Membuat ringkasan/sinopsis buku secara garis besar.
• Memberikan penilaian tentang buku tersebut
• Menonjolkan sisi lain dari buku yang diresensi.
• Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
• Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi.

Tips Menulis Resensi
Berikut ini adalah tips dalam menulis resensi:
1.  Cari dan tentukan buku baru nonfiksi ataupun buku fiksi yang akan diresensi
2.  Catatlah identitas buku yang akan diresensi, seperti jenis buku, judul buku, nama
      pengarang, nama penerbit, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas
      dan harga buku.
3.  Catat dan pahami tujuan dan latar belakang penulisan buku, dengan cara
     membaca kata   pengantar atau pendahuluan buku. Buatlah daftar pokok-pokok isi  buku 
     secara keseluruhan.
4.  Tentukan kelebihan dan kekurangan isi buku. 
5.  Tulis ringkasan materi dari buku yang dibuat resensi secara jelas dan sistematis. 
6.  Pada akhir resensi berilah saran dan kesimpulan, apakah buku yang kita resensi  
     tersebut layak dibaca atau tidak.

Contoh resensi 
Resensi buku non fiksi
Judul buku                  : Nyanyian Terakhir
Penghimpun              :  Dipdiknas
Penerbit                     :  Depdiknas
Cetakan                     :  Oktober 2004
Tebal                          :  198 halaman
            Nyanyian  Terakhir merupakan kumpulan cerita pendek yang dihimpun oleh Depdiknas. Naskah yang ada dalam kumpulan cerpen ini merupakan 25 naskah terbaik pada lomba menulis  Cerita Pendek untuk guru tahun 2003.
Buku ini secara tidak lang:sung sudah menunjukkan sisi lain dari  guru ( yang dalam gambaran kita, seseorang  yang penuh dedikasi, berdiri didepan kelas menyampaikan ilmu , dan memotivasi para siswa untuk maju ). Bahwa ternyata guru memang kreatif dan inovatif tampak dari kualitas cerpen yang terhimpun dalam naskah ini. Memang sebagian masih berkutat pada diri sendiri yaitu pendidikan seperti terwakili oleh Nyanyian Terakhir, Pak Pri, dan Guru Yos, namun ketiga cerpen ini member amanat social yang luar biasa.  ( Kekurangan dari cerpen )
            Melalui Robohnya  Punden desa kami dan Dokter Khitan Pribadi pembaca dibuat terperangah bahwa ditengah kehidupan modern seperti saat ini, ternyata ada hal-hal mistis yang ada diluar jangkauan penalaran intelektual.
Kita pantas memberikan ancungan jempol pada para guru ( pengarang cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini ). Penghayatan mereka tentang masalah social benar- benar cermat dan aktual dan dihitung kembali dengan kalimat yang sederhana, nakal, sekaligus menyentuh.  ( Kelebihannya )
            Inisiatif panitia untuk menerbitkan kumpulan cerpen ini sungguh bijaksana karena buku ini pantas dan wajib dibaca para guru( terutama ) dan para siswa. Di samping itu buku ini bisa memotivasi para tenaga pendidik untuk selalu berpikir inovatif dan kreatif .~ Manfaatnya

Resensi fiksi
Judul        : Negeri 5 Menara
Penulis    : A Fuadi
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tebal       : 416 halaman

Resensi Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang merupakan novel best seller ini, menceritakan kisah lima orang sahabat yang mondok di sebuah pesantren yaitu Pondok Madani (PM). Novel best seller ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik kehidupan para santrinya.

Dalam cerita ini ada anak dari Desa Bayu dari Sumatra Barat yang ingin sekali bersekolah di SMA Bukittinggi Sumatra Barat, Alif Fikri namanya. Alif Fikri adalah seorang anak yang pintar dia berfikir dengan nilai ujiannya yang lumayan bagus dia dapat melanjutkan ke SMA seperti teman-temannya , namun mimpinya seakan sirna, musnah tak berbekas, karena Amaknya tidak mengijinkannya masuk SMA . Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasik agama, dengan alasan Amak ingin Alif menjadi Ustad (Ulama). Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan Amaknya untuk sekolah agama meski pada awalnya dia menolak dan berkeras hati.
Dengan melewati jalan yang cukup panjang dan menyita banyak waktu, akhirnya dia sampai  k ke Pondok Madani di Ponorogo Jawa Timur. Awal mulanya dia sangatkaget dengan segala peraturan ketat dan kegiatan pondok. Untunglah, dia menemukan sahabat-sahabat dari berbagai daerah yang benar-benar menyenangkan. Niatan setengah hatinya kini telah menjadi bulat. Di bawah menara Sahibul Menara ( Pemilik Menara ) inilah mereka berlima justru menciptakan mimpi-mimpinya lewat imajinasinya menatapi langit dan merangkai awan-awan menjadi negeri impian. Mereka yakin kelak impian itu akan terwujud. Karena mereka yakin akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais (Guru Besar Pondok Madani ), yaitu man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Kelebihan novel ini adalah membuat setiap yang membaca buku ini semangat untuk mengejar impiannyaserta mengubah pandangan kita tentang pondok pesantren yang selama ini dianggap membosankan dan hanya berkutik dengan agama saja, serta dalam penggambaran dari buku tersebut sangat detail.

Kelemahan novel ini adalah pada buku ini agak sedikit membosankan karena dalam buku tersebut konflik permasalahan dalam buku tersebut kurang menonjol sehingga sensasi ketegangan dalam membaca buku ini kurang terasa.
Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun itu, karena allah Maha mendengar doa dari umatnya yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh.~ Manfaat dari novel tersebut


SUMBER

Dra. Swasti Ambar. 2006. LKS Kresna.Jawa TImur. Sinar Mandiri